Kamis, 13 Februari 2020

Kelas 6 D, C, F dan B

Pengertian Qada dan Qadar

Qada dan qadar merupakan dua kata yang memiliki hubungan yang sangat erat. Sama-sama memberi pengaruh yang besar terhadap kehidupan manusia. Namun sebenarnya qada dan qadar memiliki arti yang sangat berbeda. Pengertian qada dan qadar kemudian akan dibahas secara terpisah,

1. Pengertian Qada

Kata qada sebenarnya merupakan sebuah kata yang tidak asing. Beberapa kali kata ini disebutkan dalam Al quran. Arti kata qada secara bahasa adalah ketetapan. Yaitu sesuatu kepastian yang telah dibuat sejak sebelum kelahiran, yaitu di jaman Azali.
Ketetapan yang membawa setiap kehidupan manusia. Kesempurnaan Allah SWT terlihat dari betapa rinci Allah SWT telah mengatur kehidupan setiap umat. Bahkan ketetapan telah diberikan jauh sebelum kelahiran manusia-manusia ke bumi.

2. Pengertian Qadar

Istilah yang kedua dalam bahasan mengenai ketetapan yang Allah SWT berikan adalah qadar. Dapat diartikan bahwa qadar merupakan ukuran atau pertimbangan. Yang jika disimpulkan bahwa qadar adalah suatu ketetapan yang telah diciptakan berdasarkan oleh ukuran Allah SWT pada setiap diri manusia.
Jika qada berarti ketetapan atau aturan, qadar adalah ukuran. Namun istilah tersebut digunakan secara bersamaan untuk menggambarkan sebuah kepastian mengenai hukum dari Allah SWT.
Qada dan Qadar sangat identik dengan Islam. Namun ternyata Qada dan Qadar berlaku umum untuk seluruh manusia di bumi ini. Istilah qada dan qadar lebih sering didengar dengan istilah takdir. Yang dimaksud dengan pengertian qada dan qadar dalam keseharian tak lain adalah takdir itu sendiri.
Takdir menjadi satu yang mengikat pada kehidupan. Merupakan suatu ketetapan dan bergantung dengan kegiatan manusia itu sendiri. Hukum takdir akan berkesinambungan dan saling berpengaruh dengan hukum sebab akibat.
Meskipun semua telah ditetapkan oleh Allah SWT sebelum kelahiran, manusia menjadi penentu dalam kehidupan yang dijalaninya.
Setelah dibahas mengenai pengertian qada dan qadar atau takdir. Untuk berikutnya akan dijelaskan mengenai macam-macam takdir.  Takdir sendiri tidak mutlak tanpa pembagian. Namun takdir akan dibagi lagi menjadi dua jenis.

1. Takdir Muallaq

Bagian dari qada dan qadar yang pertama akan dibahas adalah mengenai takdir muallaq. Yaitu suatu ketetapan yang sebenarnya sudah ada sejak zaman Azali jauh di waktu lampau. Namun dalam kenyataan di kehidupan takdir ini dapat menyesuaikan dikarenakan oleh sebab perbuatan manusia itu sendiri.
Hukum sebab akibat, tentang bagaimana keras manusia berdoa dan berusaha akan menentukan. Kegagalan menjadi tidak akan pernah terjadi jika manusia itu tekun dan bersungguh-sungguh dalam usaha dan berdoa.
Takdir muallaq ini dapat dicontohkan, kemiskinan yang tidak akan terjadi pada orang yang hemat dan rajin bekerja. Nilai jelek tidak didapatkan oleh siswa yang memperhatikan dan belajar dengan giat.

2. Takdir Mubram

Pengertian qada dan qadar menjadi meluas saat mengetahui bahwa takdir itu tidak hanya dibagi dalam satu jenis saja. Takdir mubram yaitu takdir yang merupakan suatu ketetapan dan menjadi kepastian tidak dapat ditawar,
Banyak yang menyebutkan bahwa kematian, kelahiran, dan jodoh adalah bagian dari takdir mubram. Namun sebenarnya tidak hanya itu. Semua ketetapan pasti menjadi takdir mubram. Termasuk didalamnya adalah tentang kiamat, tentang siapa orang tua dan dimana dilahirkan.
Hal-hal semacam itu tidak akan pernah dapat dirubah oleh manusia. Bahkan dengan menggunakan kepintaran dan teknologi apapun. Ketetapan Allah SWT tersebut akan tetap terjadi.

Praktik shalat:
1. Shalat subuh.
2. Shalat zuhur.
3. Shalat asar.
4. Shalat magrib.
5. Shalat isya'.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Haji dan umroh