Senin, 24 Februari 2020

Kelas 6 A dan E

AYO BERAKHLAK TERPUJI



Pengertian Toleransi

Pengertian Toleransi

Toleransi secara bahasa berasal dari bahasa latin “tolerare”, toleransi berarti sabar dan menahan diri. Toleransi juga dapat berarti suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi dapat menghindari terjadinya diskriminasi, walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat.
Contoh sikap toleransi secara umum antara lain: menghargai pendapat mengenai pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita, serta saling tolong-menolong antar sesama manusia tanpa memandang suku, ras, agama, dan antar golongan.
Istilah toleransi mencakup banyak bidang. Salah satunya adalah toleransi beragama, yang merupakan sikap saling menghormati dan menghargai antar penganut agama lain, seperti:
  • Tidak memaksakan orang lain untuk menganut agama kita;
  • Tidak mencela/menghina agama lain dengan alasan apapun; serta
  • Tidak melarang ataupun mengganggu umat agama lain untuk beribadah sesuai agama/kepercayaannya.

Toleransi sudah dipaparkan dalam Alquran secara komprehensif, di antaranya bagaimana Tuhan menjelaskan dalam surat Al-Kafirun dari ayat 1 sampai ayat 6. Asbabun-nuzulnya adalah tentang awal permintaan kaum Quraisy terhadap Nabi Muhammad bahwa untuk saling menghormati antar-agama, maka pemuka Quraisy meminta supaya nabi menginstruksikan kepada penganut muslim untuk bergiliran penyembahan terhadap dua Tuhan: hari ini menyembah Tuhan Nabi Muhammad dan esok hari menyembah Tuhan kaum Quraisy.[1] Dengan adanya keadilan dalam pelaksanaan ibadah dari kedua agama tersebut, maka menurut pemuka Quraisy akan terjadi toleransi antar-agama. Keputusan ini tentunya ditentang oleh Allah, dengan menurunkan surat Al-Kafirun ayat 1-6.[1]Ternyata dalam agama tidak boleh ada pencampuradukan keyakinan, lapangan toleransi hanya ada di wilayah muamalah. Hal ini bisa dilihat dari rujukan kitab-kitab tafsir, di antaranya Tafisr Al-Maraghi, juz 30 tentang penafsiran surat Al-Kafirun.

Simpati.


Memahami makna simpati dan empati





Iustrasi
 
Iustrasi dragon images /Shutterstock
Masih ada orang yang bingung memaknai apa itu simpati dan empati. Wajar saja, karena keduanya memang berurusan dengan emosi yang sama. Simpati dan empati berasal dari kata pathos (Yunani) yang artinya berhubungan dengan penderitaan dan perasaan.
Meski terkesan mirip, inti dari keduanya berbeda. Saat Anda menunjukkan perasaan belas kasih atau rasa prihatin atas kejadian yang menimpa seseorang, itu adalah simpati.
Simpati bisa diibaratkan seperti penonton film. Kejadian yang menimpa seseorang ada di tempat yang jauh dan si penonton tak pernah mengalami kejadian serupa.
Simpati adalah perasaan peduli dan perhatian pada seseorang. Dibandingkan dengan rasa kasihan, simpati menyiratkan rasa yang lebih besar pada bersamaan dengan keterlibatan pribadi yang lebih mendalam.
Namun, tidak seperti empati, simpati tidak melibatkan perspektif bersama atau emosi bersama. Simpati menyampaikan perhatian, tetapi tidak mengungkapkan kesedihan bersama.
Empati adalah saat Anda menempatkan diri pada posisi orang tersebut dan berbagi kesedihan bersama. Empati adalah kemampuan untuk melihat situasi dari perspektif orang lain. Ini melibatkan sudut pandang, emosi, dan kesulitan yang dialami seseorang. Anda menempatkan diri pada posisi mereka dan merasakan apa yang mereka rasakan.
Bila seseorang tidak memiliki pengalaman serupa, kemungkinan besar ia memiliki simpati dan bukan empati.
Kasihan dan kasih sayang
Selain empati dan simpati, Anda juga harus bisa membedakan antara rasa kasihan dan kasih sayang yang sesungguhnya. Keempatnya bisa bereaksi terhadap penderitaan orang lain.
Rasa kasihan adalah perasaan ketidaknyamanan pada kesusahan seseorang dan seringkali memiliki nada merendahkan. Ini yang membuat orang tak suka dikasihani. Mengasihani orang lain tak selalu mengarah pada empati, simpati, atau kasih sayang.
Rasa kasihan adalah semacam kesedihan simpatik atas kemalangan seseorang. Sedangkan, untuk keterlibatan yang mendalam, adalah kasih sayang. Pada dasarnya, kasih sayang dibangun dari empati dengan melibatkan komitmen yang jauh lebih besar untuk bantuan.
Kasih sayang melibatkan kemauan untuk terlibat secara pribadi, sementara kasihan biasanya tidak. Kasihan lebih banyak menonton daripada membantu, karena merasa tidak mampu, atau tidak berkewajiban untuk melakukannya.
Seringkali bingung dengan empati, kasih sayang memiliki unsur tambahan, yaitu keinginan untuk meringankan atau mengurangi penderitaan orang lain. Empati, seperti yang diketahui kebanyakan orang, adalah kemampuan untuk menempatkan diri di tempat orang lain.
Berhadapan dengan orang yang sedang mengalami masalah
Saat berhadapan dengan orang yang sedang mengalami masalah, hal pertama yang harus dilakukan adalah mendengarkan. Kunci untuk menghibur seseorang yang terluka adalah mendengarkan.
Karena hal terburuk yang bisa dilakukan saat seseorang sedang tertimpa musibah, adalah dengan memberikan nasihat. Tentu, maksud Anda baik, tetapi memberikan saran yang tidak diminta tidak pernah menjadi ide bagus.
Orang yang sedang dalam masalah, hanya ingin merasa didengarkan dan dimengerti. Ini karena kondisi tersebut membuat seseorang lebih butuh dukungan emosional dibandingkan saran.
Hanya mendengarkan mungkin akan terasa canggung. Anda juga bisa bertanya, apa yang bisa dilakukan untuk membantu. Itu lebih baik daripada mengasumsikan dan melakukan hal yang salah.
Anda juga bisa mengubah simpati menjadi empati dengan menemukan cara untuk berhubungan dengan apa yang mereka alami. Bila seorang teman mengalami kehilangan pekerjaan, coba temui perasaan penolakan mereka.
Kita semua mengalami penolakan dalam beberapa bentuk atau lainnya. Situasinya mungkin berbeda dengan saat Anda putus cinta, tetapi rasakan sakitnya kehilangan. Buatlah pengalaman itu untuk membantu Anda berempati dengan apa yang mereka rasakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Haji dan umroh